ASUS VivoBook S14 S433 vs Desktop : Mana yang cocok untuk Work From Home ?

Tanpa terasa, udah 4 bulan lebih pandemi COVID-19 ini β€˜mengobrak-abrik’ Indonesia. Aku harap teman-teman yang membaca post ini semuanya dalam keadaan sehat ya πŸ˜‰

Ga kerasa yaa, mungkin teman-teman ada yang udah 3 bulan lebih WFH. Pada kangen ngantor ga si ? hehehe. WFH memang seperti 2 mata pisau, tergantung gimana kita memandangnya. Selama WFH, kita bisa tetep bekerja dan tetap produktif sekaligus memberikan peluang dan waktu buat temen-temen mengerjakan hal lain yang ga bisa dikerjakan kalo kita di kantor. Misalkan ada yang baru punya anak, jadi bisa tetep kerja sambil ngejaga anaknya tanpa bingung harus punya ART. Atau ada yang pursue side job lain seperti jadi Youtuber / Content Creator, tanpa harus mengorbankan kerjaan utamanya.

Tapi di sisi lain, WFH juga bisa berarti produktivitas kita menurun karena banyak gangguan dan cobaan. Baru mau kerja, eh ada series baru di Netplik. Nontonnnnnnn duluu. Baru buka laptop, duh laper, ngemillll duluu. Trus tiba-tiba udah jam 5, lah belum kerja :p

Soo, agar tetap bisa produktif selama WFH, kita harus punya workstation yang mampu mendukung kita untuk berfokus pada kerjaan. Salah satu yang mendasar adalah alat yang kita pakai untuk kerja :

Apakah Laptop atau Desktop yang cocok untuk saya ?

Ga ada jawaban yang absolut untuk pertanyaan itu, karena jawabannya tergantung dari preferensi kita, tergantung dari kebutuhan kerja kita, dan beberapa aspek lainnya yang akan kubahas disini. Sebagai referensi untuk laptop nya, aku pakai ASUS VivoBook S14 S433. Laptop penerus seri VivoBook terbaru dari ASUS yang hadir dengan desain lebih Premium, namun tetep cool & edgy  cocok banget untuk kita-kita kaum milenial 😎

Let’s go check it out guys !

Untuk bisa kerja dengan produktif, penting bagi kita untuk berada di suasana yang mendukung. Bagaimana kita bisa kerja kalau kita terganggu oleh, misalkan suara TV karena anak kita yang lagi nonton ?

Desktop, memungkinkan kita berada di 1 tempat / ruangan dimana kita bisa men-set segala sesuatunya nyaman & mendukung untuk kita kerja. Kita bisa taruh monitor atau bahkan multiple monitor yang mungkin dibutuhkan untuk worfklow kerjaan kita, speaker yang bagus untuk memainkan musik selama kita bekerja, kursi dan meja yang nyaman, dan hal-hal lainnya.

Di ruangan itu, kita bisa mengajarkan juga tentang boundary juga ke anak kita. Bahwa kalau kita sedang di ruang kerja itu artinya kita sedang bekerja. Jangan sering-sering diganggu.

Nah, kelebihan memakai Desktop diatas juga sekaligus adalah kelemahannya.

Lah kok ?

Iya, karena dengan Desktop itu artinya kita terpaku di 1 tempat 1 ruangan. 1-2 minggu mungkin masih oke, tapi ketika WFH nya berlanjut sampai berbulan-bulan bukan tidak mungkin lama-lama akan terasa seperti terpenjara di rumah sendiri.

Kalau kita pake Laptop, kita bisa bebas mau kerja dimana aja ! πŸ˜‰

Mau bangun tidur trus kerja di kasur ? Bisa
Kerja di dapur sambil bikin sarapan ? Bisaa
Mau kerja di teras karena cuaca di depan lagi gerimis-gerimis syantik sambil nyeruput kopi ? Bisaaaaaa banget !

Lah kebayang kalo pakai Desktop, kita harus gotong-gotong monitor + CPU ke teras ? Baru selesai digotong, ujannya jadi ujan badai. Terus gotong balik lagi, kan gak lucu. Hahahaha πŸ˜‚

ASUS VivoBook S14 S433 sungguh memikirkan benar-benar aspek portabilitas ini. Meskipun layarnya 14”, tapi bodi laptop ini lebih kecil dari laptop 14” lainnya. Hal ini karena ASUS menyematkan teknologi NanoEdge Display yang membuat laptop ini memiliki bezel yang sangat-sangat tipis. Bahkan, screen-to-body ratio nya kalau kita ukur mencapai 85% ! Bye-bye bezel dahhh !

Belum lagi dengan beratnya yang hanya 1,4 kg dan tebal 16mm, bisa dibilang laptop ini adalah laptop dengan bodi ter-compact di kelasnya ! Kalau kalian pake ASUS VivoBook S14 S433, mau kerja dimanapun di dalam rumah anda ga akan jadi masalahh. Tinggal angkuttttt 😁

Desktop memungkinkan kita untuk memiliki komputer yang fleksibel, yang bisa tailor-made untuk kebutuhan kerja kita.

Misalkan kerjaan kalian adalah seorang video editor, tentu kalian butuh PC dengan prosesor yang powerful & graphic card yang ga kalah powerful. Belum lagi butuh RAM yang hingga bergiga-giga banyaknya.

Atau misalkan kerjaan kalian adalah editor foto / desainer grafis yang juga butuh PC dengan grafis mumpuni, atau Sound Editing yang butuh Sound Card handal. Atau kerjaan-kerjaan lainnya yang membutuhkan spesifikasi khusus. Karena ukurannya yang besar, Desktop memungkinkan kita untuk membangun PC yang bisa diatur sesuai kebutuhan kita. Desktop juga memiliki fleksibilitas dalam hal banyaknya port I/O – yang seringkali minim pada laptop. Jika kerjaan kalian berhubungan dengan hal-hal tersebut, Desktop tentu lebih cocok untuk kalian.

Apakah itu berarti Laptop lebih gak kapabel ? Apakah ASUS VivoBook S14 S433 gak kapabel ?

Salah besar guysss, VivoBook ini jauh dari kata gak kapabel ! πŸ˜‹

Pertama, ASUS VivoBook S14 S433 sudah dipersenjatai dapur pacu Intel Core i7 Comet Lake ( 10th Gen ), dan konfigurasi RAM 8GB yang menjadi jaminan kalo VivoBook ini bukan laptop kaleng-kaleng !

Untuk di sisi storage nya, laptop ini menggunakan 512 GB SSD + 32GB M.2 PCIe NVMe SSD Intel Optane H10. Intel Optane adalah teknologi eksklusif dari Intel yang menggunakan memori tambahan untuk cache. Intel Optane mampu mempelajari bagaimana kita menggunakan laptop, yang ujung-ujungnya secara keseluruhan membuat performa laptop menjadi lebih ngacirrr.

Jangan kaget ya guys kalo laptop ini ngebut. Kalo cita-cita kalian mau nyalain laptop sambil ditinggal bikin kopi atau bikin sarapan, ga akan terwujud deh. Karena begitu pencet tombol ON, laptop ini akan langsung nyala tanpa kalian sempet bikin kopi ! Hahaha 😁

Dari segi grafis, layar VivoBook ini memiliki Viewing Angle yang lebar hingga 178Β°. Layarnya juga sudah dikalibrasi hingga warna nya mencapai 100% pada Color Space sRGB. Cocok untuk kalian yang kerjaanya sangat berhubungan dengan keakuratan warna seperti desainer grafis, fotografer, atau video editor.

Laptop ini sangat kapabel loh untuk menghandle video editing

Di balik grafisnya yang impresif itu, terdapat Nvidia GeForce MX250 yang siap sedia meng-handle kerjaan grafis kalian. Untuk pekerjaan yang tidak terlalu berat, atau untuk desain grafis ringan menggunakan Adobe Ilustrator / Photoshop, kartu grafis ini sudah sangat mencukupi untuk kerja harian. Tapi kalau kerjaan harian kalian ngedit video 8K 240 fps, yaaaaa kasian laptopnya yaaaaaaaa. Hehehehe πŸ˜…

Di departemen suara, upgrade di S433 ini ga main-main. Kalau biasanya ASUS hanya menggunakan teknologi SonicMaster, kali ini ASUS ga tanggung-tanggung : Dual stereo speaker yang dituning & certified oleh Harman Kardon ! Siapa sihhh yang gatau kalo Harman Kardon adalah jagoannya dalam bidang tarik suara, eh, Audio maksudnya πŸ˜…

Dari segi koneksi, laptop ini juga dihadiahi dengan port yang cukup lengkap dari ASUS. Salah satunya adalah port USB Type-C 3.2 Gen 1 yang bisa dibilang udah jadi port universal yang ada di hampir semua device dari smartphone, tablet, sampe laptop. Tapi sayangnya laptop ini masih belum menggunakan USB Power Delivery, masih menggunakan jack DC standar untuk sumber daya nya.

Sebagian pekerjaan menuntut kita untuk dapat bisa bekerja secara mobile. Entah itu meeting dengan klien, presentasi di tempat klien, atau harus kerja di lapangan, dsb. Kerjaan-kerjaan tersebut tentu membutuhkan komputer yang juga mudah untuk dibawa kemana-mana. Tentu saja, Desktop adalah pilihan yang sangat-sangat ga tepat dalam hal ini. Apakah kalian pernah liat orang bawa-bawa PC untuk meeting di tempat klien ? tentu nggak kan. Hahaha. Jadi jika kerjaan kalian menuntut untuk bisa mobile, sudah barang tentu Laptop adalah koentjie.

Pernah denger β€œLaptopmu mencerminkan Jiwamu” ? Pasti belum pernah denger karena I just made that up ! hahahaha. But seriously, laptop itu mencerminkan pribadi yang memakainya loh.

Nah ASUS VivoBook S14 S433 ini dibuat oleh ASUS untuk menyasar kita-kita kaum milenial yang maunya keliatan gaya dimanapun kita berada. Dengan 4 warna yang dimiliki laptop ini – Gaia Green, Resolute Red, Dreamy Silver, dan Indie Black – memberikan kita pilihan yang luas untuk personalisasi laptop ini sesuai kepribadian kita.

Indie Black, untuk kalian yang independen. Seorang pemimpin yang tegas, dan berkelas. Have you ever heard : Black Never Fails ? 😎

Untuk kalian yang open minded, terbuka terhadap segala hal baru yang ditawarkan oleh dunia. Kalian yang mudah beradaptasi di segala suasana, Gaia Green lah warna kalian. Warna yang terinspirasi dari mother nature, yang selalu berkembang dan beradaptasi melewati segala zaman.

Berani menantang arus, berani beda, berani maju tanpa pantang mundur. Jika itu kalian, Resolute Red adalah warna kalian. Berani !

Terakhir, Dreamy Silver, warna untuk anda yang visioner. Anda yang berani bermimpi, dan teguh mengejar mimpi anda itu. Anda yang mampu mengubah angan menjadi kenyataan.

Kalau kalian masih merasa warna-warna itu masih gak gue banget, ASUS still have something for you guys. Karena VivoBook S14 S433 hadir dengan stiker eksklusif hasil kerjasama antara ASUS Indonesia & Muchlis Fajri alias Muklay, yang dapat kalian tempelkan sesuka hati di VivoBook kalian.

Stiker nya masih kurang puas ? tempelin stiker lain juga bisa kok brooooo. Bebassssssssssss 😁

photo credit to GadgetIn

Gak cuma bagian luarnya aja yang dipikirin sama ASUS loh, di bagian dalam juga gak kalah keceeee. Selain keyboard nya yang sudah menggunakan Backlit Keyboard sehingga memungkinkan kita bekerja dalam gelap, ASUS juga memberikan sentuhan aksen warna pada tombol Enter yang membuat interior laptop ini makin beda dari yang lain !

Backlit Keyboard
Aksen pada Enter yang membuat VivoBook ini makin kece | photo credit to GadgetIn

Untuk kerja tentu kalian butuh internet dong ya. Jaman sekarang, pasti di tiap kerjaan ada aja yang namanya butuh koneksi internet. Di VivoBook ini, mau kalian kerja di rumah, kerja di bandara, ataupun nanti udah bisa lagi kerja di kantor, dengan Intel WiFi 6 ( 802.11ax ) nya akan menghadirkan kecepatan jaringan super cepat yang akan mendukung segala bentuk kerjaan kalian. Bye-bye tuh sama video call yang kayak ngeliatin buku strimin alias kotak-kotak. Ga ada lagi tuh yang namanya upload file sambil ditinggal masak capcay, bisa-bisa baru juga klik Upload – napas bentar – lah kelar. hahaha πŸ˜‚

Penggunaan Daya

Selama WFH, banyak berita yang bilang orang-orang terkejut ketika dateng surat cinta dari PLN yang tiba-tiba angkanya bikin…..

Kalau kita menggunakan Desktop, daya / listrik yang terpakai akan lebih banyak ketimbang menggunakan laptop. Sebagai perbandingan penggunaan daya nya :

Lah kok ampir sama kaya Desktop ? Jangan salah. Ketika menggunakan PC, itu daya yang dibutuhkan non-stop alias terus menerus. Tapi kalau kalian menggunakan laptop, ketika baterai nya penuh kalian bisa mencabut chargernya kan ?

VivoBook S433 ini memiliki fitur Fast Charging yang dapat mengisi daya hingga 60% dalam 49 menit. Baterai di laptop ini juga cukup besar mencapai 50 Wh. Dalam pemakaian normal, mampu bertahan hingga 8 jam penggunaan.

Untuk perhitungan, kita asumsikan laptop ini dapat terisi penuh dayanya kurang lebih dalam waktu 2 jam. Jika kita asumsikan dalam 1 hari kalian menggunakan komputer selama 10 jam, dengan tarif listrik sekitar Rp. 1.500/kWh, maka penggunaan daya nya dalam sebulan adalah :

Jauh berbeda kan dalam tagihan listriknya ? Apalagi jika kalian tinggal di daerah yang sering mengalami pemadaman bergilir. Jika memakai Laptop, kalian ngga usah takut ngga bisa kerja karena masih ada daya cadangan yang dimiliki baterai laptop nya. Ini hal yang tidak dimiliki oleh Desktop, kecuali kalian beli UPS sebagai cadangan daya – yang harganya juga muahall.

Keamanan

Pada Desktop, keamanannya biasa terbatas pada penggunaan password / pin sebagai gerbang untuk membatasi akses. Bisa sih kalo mau menggunakan fingerprint / facial recognition, tapi untuk itu kalian harus beli lagi alat yang juga sudah mensupport Windows Hello – fitur dari Windows yang mempermudah kita untuk login Windows tanpa harus mengetikkan password / pin.

Windows Hello

Tapi kalau di VivoBook ini, Windows Hello nya udah terintegrasi langsung dengan Windows 10 original bawaan dari ASUS. Dengan adanya Fingerprint reader yang terdapat pada touchpad, tinggal tempelin jari kita dan voilaa langsung login dengan mudahnya πŸ˜‰

Dari beberapa hal yang sudah kita bahas diatas, apakah teman-teman masih ada yang bimbang nan galau dalam menentukan mana yang mau dibeli ? πŸ™„

Kalau kalian masih ada yang galau, coba isi kuis singkat ini untuk bantu menentukan pilihan kalian yak !

Tenang aja, kuis nya gratis ga pake bayar kok 😜

Gimana guys, apakah kalian cocok pakai Laptop / Desktop ? kalau kalian cocok pake Laptop, jangan ragu lagi buat menjatuhkan pilihan kalian ke ASUS VivoBook S14 S433. Kenapa ? Ini kuberi resume singkatnya yak !

Oh ya, berapa sih dana yang harus dikeluarkan kalo mau punya VivoBook S433 ? Dengan spek yang segudang & desain yang premium, harganya masih terbilang terjangkau guys !

Benerannnn dehhh ga boong ! 😁 Nih harga nya :

Cukup sekian pembahasan dari aku. Apakah kalian akhirnya menjatuhkan pilihan untuk beli Laptop / Desktop, semuanya ….

Ciao ! 😊

p.s : Untuk spesifikasi lengkap dari ASUS VivoBook S14 S433 dapat dilihat pada tabel dibawah ini yak :

Leave a Reply